Berikan contoh MEDAN STYLE: Gejala Awal Kanker Payudara
RSS

Gejala Awal Kanker Payudara

Apabila seorang wanita mempunyai gejala dibawah ini dan merasa sangat khawatir,sebaiknya segera ke dokter.
Adapun tanda-tanda atau gejalanya antara lain :
  • Ada benjolan yang keras di payudara
  • Bentuk puting berubah ( bisa masuk kedalam, atau terasa sakit terus-menerus), mengeluarkan cairan / darah
  • Ada perubahan pada kulit payudara diantaranya berkerut, iritasi, seperti kulit jeruk
  • adanya benjolan-benjolan kecil
  • Ada luka dipayudara yang sulit sembuh
  • Payudara terasa panas, memerah dan bengkak
  • Terasa sakit / nyeri ( bisa juga ini bukan sakit karena kanker, tapi tetap harus diwaspadai )
  • Terasa sangat gatal didaerah sekitar puting
  • Benjolan yang keras itu tidak bergerak ( terfiksasi ). dan biasanya pada awal-awalnya tidak terasa sakit
  • Apabila benjolan itu kanker, awalnya biasanya hanya pada 1 payudara
PENYEBAB KANKER PAYUDARA :
Secara pasti belum diketahui, Hanya bisa ditandai pada wanita yang mempunyai factor resiko dibawah ini :

  • Umur diatas 30 tahun ( sekarang, dibawah 20 tahun juga sudah ditemukan kanker payudara )
  • Riwayat dalam keluarga ada yang menderita kanker payudara ( sekarang ini juga tidak mutlak karena tanpa ada riwayat keluarga juga bisa terkena )
  • Punya riwayat tumor
  • Haid terlalu muda atau menopause diatas umur 50 tahun
  • Tidak menikah / tidak menyusui
  • Melahirkan anak petama diatas usia 35 tahun
  • Sering terkena radiasi ( Bisa dari sering melakukan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan alat X-ray )
  • Pola makan dengan konsumsi lemak berlebihan
  • Kegemukan
  • Konsumsi alcohol berlebihan
  • Mendapatkan terapi hormonal dalam jangka panjang
  • Stress
  • Faktor genetic ( BRCA1/BRCA2 )

Periksa Sendiri
Untuk mendeteksi secara dini penyakit satu ini, pemeriksaan rutin oleh pemilik sendiri sangat dianjurkan. Periksalah payudara secara teratur, minimal sebulan sekali atau seminggu setelah selesai haid. Karena pada waktu itu payudara paling lunak sehingga bila ada tumor atau kelainan tertentu bisa lebih mudah dideteksi. Bagi Anda sudah menopause, pemeriksaan rutin bisa dilakukan setiap awal bulan.
Berikut cara pemeriksaan payudara yang bisa dilakukan sendiri.

Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah :
  •     Usia -  Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
  •     Pernah menderita kanker payudara -  Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
  •     Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara – Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.
  •     Faktor genetik dan hormonal- Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
  •     Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
  •     Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.
  •     Obesitas pasca menopause.
  •     Pemakaian alkohol.
  •     Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
  •     Bahan kimia – Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
  •    DES (dietilstilbestrol).
  •    Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.
  •    Penyinaran.

Gejala dan Tanda
Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.

Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit.
Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah), perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu), payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara.

Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.

gejala kanker payudara

Pencegahan
Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.

Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini. Sadari, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.

Penatalaksanaan
Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi. Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon.

Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.

Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.

Inspeksi (melihat) payudara di muka cermin
Berdirilah di muka cermin, kemudian gantungkan kedua lengan secara lemas disisi tubuh. Perhatikan apakah ada kelainan pada payudara, seperti ketidaktarikan kulit, putting susu masuk ke dalam, benjolan, borok pada payudara, perubahan warna kulit, pori-pori yang melebar seperti kulit jeruk, atau ketidaksamaan bentuk/besar payudara kanan dan kiri. Kemudian angkat kedua lengan di samping kepala. Perhatikan apakah ada kelainan atau ketidaksamaan gerakan payudara kanan-kiri pada saat lengan diangkat.
Palpasi (meraba) payudara sambil berbaring

Pemeriksaan palpasi dilakukan dengan ujung 4 jari tangan (jari telunjuk sampai dengan kelingking) kecuali jempol. Lakukan perabaan, dengan tangan kiri untuk payudara kanan dan dengan tangan kanan untuk payudara kiri. Pada saat memeriksa payudara sebelah kanan, punggung kiri diganjal bental, demikian pula sebaliknya saat memeriksa payudara kiri.
Lakukan palpasi dengan sirkuler (melingkar), mengitari putting susu kemudian pindah ke daerah di atasnya, lakukan itu secara melingkar juga. Demikian seterusnya sampai ke tepi. Perhatikan, apakah ada perbedaan kepadatan anatar payudara kanan dengan payudara kiri, atau teraba benjolan, dan terasa nyeri pada bagian yang anda raba, kalau iya pastikan di mana letaknya.

Memijat putting susu dengan jari
Perhatikan apakah ada cairan abnormal yang keluar dari putting susu, seperti cairan jernih, nanah, darah atau yang lainnya.

Yang Perlu Diperhatikan
Selain pemeriksaan secara berkala anda juga harus memperhatikan beberapa hal lain yang bisa memicu timbulnya kanker dipayudara anda.
Berikut beberapa hal yang perlu anda perhatikan dan lakukan guna mencegah munculnya kanker pada daerah “istimewa” anda, berdasarkan penelitian para ahli.

Berikan ASI pada bayi
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pemberian ASI dengan menurunnya resiko kanker payudara meskipun belum ada kesepakatan yang jelas akan hal ini. Para peneliti menduga bahwa lebih muda dan lebih lamanya seorang ibu dalam memberikan ASI akan semakin baik mencegah kemunculan dan perkembangan kanker. Hal ini didasari pada teori bahwa kanker payudara berkaitan dengan hormone estrogen. Pemberian ASI secara berkala akanmengurangi tingkat hormone tersebut.

Jika menemukan gumpalan, segera ke dokter
Penelitian menunjukkan banyak wanita yang justru menunda untuk ke dokter jika mereka menemukan gumpalan pada payudaranya, karena alas an takut memiliki kanker. Ini berbahaya. Jika anda menemukan gumpalan pada payudaranya, segeralah konsultasi ke dokter karena ini akan membantu memenangkan pikiran juga memastikan apa sebenarnya gumpalan tersebut.. jika ternyata adalah kanker segera bisa dilakukan pengobatan yang tepat untuk menyelamatkan jiwa anda.

Cari tahu apakah ada sejarah kanker payudara pada keluarga
Masih perlu banyak penelitian untuk memahami secara menyeluruh penyebab kanker payudara. Tetapi satu hal yang perlu diyakini, kanker payudara terkait erat dengan factor genetic. Factor ini berpengaruh setidaknya 10% dari semua kasus kanker payudara yang ada, artinya satu dalam 500 orang membawa gen penyakit ini.

Perhatikan berat badan
Obesitas (kegemukan) nampaknya dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Para peneliti menemukan wanita dengan berat 44 samapi 55 pound setelah umur 18 sebanyak 40% memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Olahraga secara teratur
Beberapa penelitian menyarankan bahwa olahraga dapat menurunkan resiko kanker payudara. Karena semakin kurang berolahraga semakin tinggi tingkat estrogen dalam tubuhnya.

Kurangi Makanan Berlemak
Ada banyak perdebatan tentang hubungan kanker payudara dengan diet. Tetapi ada bukti bahwa gaya hidup barat -yang umumnya suka berlemak- tingkat resiko penyakit ini lebih besar

Jika lebih dari 50 tahun lakukan screening payudara secara teratur
Factor usia menjadi factor utama kanker payudara. Penelitian membuktikan 80% kanker payudara terjadi pada wanita yang berumur di atas 50 tahun.

Kurangi Stres
Stres dapat berpengaruh pada semua jenis masalah kesehatan. Meskipun masih banyak perdebatan perdebatan atas temuan ini, menurunkan tingkat stress akan menguntungkan untuk kesehatan secara menyeluruh, termasuk resiko kanker payudara.

Cegah dengan Makanan
Buah-buahan dan sayur-sayuran segar memainkan peranan penting dalam melindungi tubuh terhadap serangan kanker payudara. Beberapa ahli diet yakin banyak konsumsi buah-buahan, sayuran dan mengurangi lemak jenuh dapat menurunkan kemungkinan terkena kanker payudara.
Berikut beberapa jenis makanan yang dapat mencegah tumbuhnya kanker payudara:

Kedelai
Kedelai terbukti dapat melindungi wanita dari penyakit kanker payudara. Hal ini disebabkan peranan phyestrogen, sebuah zat kimia yang ditemukan dalam tumbuhan yang melindungi kerusakan dari bakteri dan radikal bebas. Makan banyak phyestrogen dapat membantu menghalangi pengaruh kerusakan estrogen dan hormonal. Terlalu banyak estrogen dapat memicu pembelahan sel dalam kelenjar payudara yang pada gilirannya mengakibatkan kanker payudara.

Minyak Ikan
Minyak ikan seperti makarel, sarden dan salmon dapat menurunkan resiko terkena kanker payudara. Hal ini didasari bukti yang menunjukkan orang Eskimo yang banyak mengkonsumsi minyak ikan tidak memiliki gejala timbulnyakanker payudara. Ini akibat pengaruh lemak omega 3 yang banyak ditemukan dalam ikan.

Kacang-kacangan, Roti dan Nasi
Serat yang terdapat dalam kacang-kacangan dan seluruh jenis makanan dapat membantu mengeluarkan estrogen dalam tubuh. Terlalu banyak estrogen dan hormone dapat memicu pembelahan sel dalam jaringan payudara. Bukti menunjukkan terlalu banyak pembelahan sel dapat memicu kanker payudara. Serat dapat menjauhkan kanker payudara karena serat dapat dapat membantu mengurangi ekses estrogen dari tubuh dan mencegah penyerapan kembali estrogen.

Brokoli, Bunga Kol, dan sayuran hijau
Semua jenis yang termasuk dalam keluarga kol memiliki racun yang dapat menyerang sel kanker. Sayuran ini mengandung senyawa anti kanker yang disebut indole 3-carbinol yang diyakini dapat mematikan estrogen dan pada gilirannya membantu mengurangi resiko kanker payudara

Labu, Paprika dan Semangka
Buah-buahan yang berwarna oranye atau kuning dan sayuran kaya akan betakaroten, dan senyawa yang terdapat dalam vitamin A merupakan antioksidan yang dapat mematikan molekul reaktif yang membahayakan tubuh dan menimbulkan penyakit berbahaya termasuk kanker payudara.
Itulah beberapa hal yang mesti anda ketahui untuk mencegah timbulnya kanker payudara. Tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati. Anda jangan anggap remeh perkara yang kelihatannya kecil, siapa tahu yang kecil itu awal sesuatu yang besar, yaitu kanker payudara yang ganas dan mematikan, semoga anda terhindar darinya.

1 comments:

Obat Kanker said...

buat temen2 cewek,
hati2 yah.
jangan sampai pada kena,

Post a Comment

Comand yup...!!!